INDRAMAYU, JAWA BARAT – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balongan sebagai perusahaan yang bergerak pada bisnis pengolahan industri minyak bumi dengan kapasitas produksi mencapai 150 barel/hari berkontribusi memenuhi 14% kebutuhan Bahan Bakar Minyak Nasional memerlukan energi dalam jumlah besar melalui konsumsi bahan bakar (fuel) dalam operasionalnya.
Seiring dengan tantangan bisnis ke depan yang menghendaki operasional yang andal, efisien dan efektif serta ramah lingkungan, diperlukan inovasi maupun pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung semua itu. Sejalan dengan hal tersebut Kilang Balongan melalui Fungsi Engineering & Development Bagian Energy Control & Loss Control (ECLC) melaksanakan Akreditasi Boiler-Furnace Optimization Tingkat Praktisi Batch II.
Senior Engineer I CDU, UTL & Offsite Kilang Balongan, Saptyna Dwi Legysta mengatakan, kegiatan akreditasi ini sebagai upaya peningkatan kinerja operasi Boiler dan Furnace secara berkesinambungan, baik dari sisi safety, lingkungan hidup, keandalan, serta efisiensi energi melalui pekerja yang kompeten.
“Pelatihan ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan kemampuan para pekerja dan memastikan seluruh proses pengoperasian sesuai dengan standar operasi,” kata Saptyna.
Lebih lanjut Saptyna mengatakan, kegiatan akreditasi ini juga bertujuan untuk terus mengingatkan kesadaran akan pentingnya efisiensi energi dan memberikan semangat kepada seluruh pekerja agar melakukan upaya-upaya efisiensi energi.
“Dengan penguji yang diantaranya pekerja senior, akreditasi ini menjadi media transfer knowledge bagi pekerja untuk lebih dalam menggali ilmu dalam pengoperasian kilang secara andal,” tambahannya.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan akreditasi yang dilaksanakan di Patra Jasa Cirebon pada 17-18 Oktober 2024 ini berjumlah 30 pekerja dari Fungsi Produksi.
Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Mohamad Zulkifli menegaskan, kegiatan akreditasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga proses operasi kilang untuk selalu patuh dengan regulasi dan ketentuan terkait lingkungan yang berlaku melalui cara optimasi dan efisiensi.
“Akreditasi ini penting dilakukan untuk menjaga kualitas kilang selalu baik sehingga terus beroperasi secara handal dan Tentu saja mengurangi CO2 emisi,” kata Zulkifli.*SHR&P BALONGAN